Jump Shoot Magis dari Gandhi di Sisa 0,27 Detik

KEMENANGAN dramatis kembali mewarnai Speedy NBL Indonesia 2014-2015. Saat NSH GMC GSBC Jakarta bentrok dengan Pacific Caesar Surabaya pada hari terakhir Seri III Malang di GOR Bimasakti, Minggu (18/1).

PENYELAMAT: Power forward NSH GMC GSBC Jakarta Juliano Gandhi Sucipto (kanan) menjadi aktor penting kemenangan timnya atas Pacific Caesar Surabaya, Minggu (18/1).
PENYELAMAT: Power forward NSH GMC GSBC Jakarta Juliano Gandhi Sucipto (kanan) menjadi aktor penting kemenangan timnya atas Pacific Caesar Surabaya, Minggu (18/1).

Sama-sama tampil ngotot demi menghindar dari posisi juru kunci, kedua tim saling susul-menyusul angka. Ketegangan makin memuncak ketika memasuki detik-detik terakhir kuarter keempat. Menyusul tembakan tiga angka shooting guardPacific Eko Sasmito saat laga tersisa 3 detik. Skor pun berimbang 58-58.

Laga sepertinya akan berlanjut hingga overtime alias babak tambahan waktu. Namun, keajaiban terjadi. Adalah Juliano Gandhi yang tampil sebagai penentu kemenangan NSH GMC.  Pada saat laga hanya menyisakan 0,27 detik,  Gandhi menunjukkan magis-nya dengan mencetak 2-point jump shot, setelah menerima assist dari Raylly Pratama.  NSH GMC menang dengan skor tipis 60-58.

“Seandainya Raylly (Pratama) bisa memaksimalkan free throw, kami bisa menang tanpa harus sport jantung terlebih dahulu,” ujar Mayckel Ferdinandus, head coach NSH GMC. ”Terlepas dari itu, ini adalah penampilan terbaik anak-anak. Sejak awal kami percaya diri bisa mengambil kemenangan hari ini,” sambungnya.

Ini adalah kemenangan kedua yang dipetik NSH GMC pada musim reguler 2014-2015. Dua-duanya mereka rebut pada seri Malang. Sebelumnya, NSH GMC mengalahkan Satya Wacana ACA LBC Salatiga.

“Imbas positif dari kemenangan ini kita punya poin plus menghadapi seri-seri berikutnya. Mental anak-anak kami harapkan bisa naik, setelah bisa mengalahkan tim yang berada diatasnya,” timpal general manager NSH GMC, Teguh Widodo.

Sejak tipoff hingga buzzer dibunyikan, pertandingan berlangsung sengit. Baik NSH GMC maupun Pacific tak mau melewatkan kesempatan untuk mencetak poin. Sempat memperlebar jarak berkat dua kali free throw dari Raylly Pratama Putra Handoyo, namun Pacific mampu menyamakan kedudukan saat tersisa 2 menit 24 detik melalui Charlie Fanny. Meskipun begitu NSH GMC tetap bisa memimpin di akhir kuarter pertama dengan 16-12.

Memasuki kuarter kedua, menjadi momentum kebangkitan Pacific Caesar.  Keunggulan anak asuh Arturo Lozada Cristobal itu tetap berlanjut hingga kuarter kedua usai dengan skor 26-24. Dian Heryadi dan Dicky Wibisono menjadi pemain paling berjasa dengan 4 poin yang mereka buat pada kuarter ini.

Di kuarter ketiga pertandingan berjalan semakin panas. Kedua tim saling bergantian memimpin pertandingan. Pada sisa 56 detik, Charlie Fanny melalui 2-point jump shot-nya menyamakan kedudukan Pacific Caesar atas NSH GMC dengan skor 40-40.

Kapten tim NSH GMC, R. Azzaryan Pradhitya memimpin rekan-rekannya dengan 11 poin, serta tambahan 7 rebound dan 4 assist. Raylly Pratama juga bermain impresif lewat sumbangan 10 poin dan 9 rebound. Disusul oleh Imanudin Husnuzan dengan tambahan 10 poin. Sementara itu, sang pahlawan kemenangan Juliano Gandhi menyumbang total 8 poin. Dari kubu Pacific, kapten tim Dian Heryadi mencetak double-double dengan 10 poin dan 16 rebound.

“Pertandingan yang menarik hari ini. Memang kami kalah hari ini, saya tidak mencari alasan apapun. Kami kalah hari ini karena kami bermain buruk. Dengan kekalahan ini, semakin memberatkan langkah kami dalam persaingan lolos playoff,” ketus Arturo Lozada Cristobal, head coach Pacific. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s