Lewat Over Time Hong Kong Eastern Taklukan CLS Knights Indonesia

CLS Knights Indonesia masih belum bisa mengakhiri paceklik kekalahannya, setelah di pertandingan yang ke empat, mereka harus mengakui ketangguhan juara bertahan Hong Kong Eastern lewat pertandingan ketat yang memaksa mereka bermain hingga babak over time 87-78.

Bermain di hadapan kurang lebih tiga ribu pendukungnya yang memadati GOR Kertajaya, membuat animo CLS Knights Indonesia tampil dengan penuh semangat. Dua kekalahan yang membekas pada pertandingan sebelumnya melawan Singapura Slingers dan Mono Vampire Thailand, ibarat cambuk bagi skuad Koko Heru Setyo Nugroho untuk membuktikan bahwa mereka mampu bersaing menghadapi kerasnya liga ASEAN Basketball League musim ini.

Brian Williams mencetak double double 14 angka dan 32 rebound

Kuarter awal menjadi milik Eastern 10-7. Pemain asing mereka Ryan O’neal Moss membuka angka untuk timnya. Selang beberapa detik kemudian Kapten CLS Knights Indonesia, Sandy Febiansyakh Kurniawan membalasnya dengan tembakan dua angka. Sebenarnya pada kuarter ini kedua tim bermain cukup imbang, Hanya saja CLS Knights beberapa kali tidak mampu memanfaatkan peluang yang ada. Sebaliknya Hong Kong Eastern dengan baik dapat mengkontrol irama permainannya.

Mesin permainan CLS Knights mulai panas pada kuarter kedua. Di mulai dengan aksi Saroni lewat usaha kerasnya dari bawah area pertahanan Eastern yang memaksa lawan melakukan pelanggaran. dua angka yang ia kemas plus satu free throw yang berhasil di eksekusinya dengan baik menyamakan menjadi 10-10.

Aksi Katon Adji Baskoro

Situasi ini sekaligus mengangkat mental para pemain lainnya. Bahkan di saat papan waktu menunjukkan 6:20 (enam menit dua puluh detik), CLS Knights Indonesia mampu menambah sembilan angka lagi. Lima poin di antaranya di sumbangkan Katon Adjie Baskoro Hal ini menyebabkan Edu Torres pelatih Hongkong Eastern memaksa timnya untuk mengambil jeda time out. Di kuarter kedua ini juga Frederick Lee Jones menunjukkan kemampuannya sebagai salah satu pemain CLS Knights yang sangat konsisten dalam mencetak angka. Meski nihil angka di kuarter awal, Pemain yang berdarah keturunan Amerika-Thailand tersebut akhirnya membuat sembilan angka, enam diantaranya ia cetak lewat tembakan tiga angka. CLS pun akhirnya berbalik unggul 33-26.

Tertinggal jauh memaksa Hong Kong Eastern mengubah strategi permainannya dengan terus menekan pertahanan CLS Knights. Usaha ini terbukti berjalan dengan baik. Meski Sandy Febiansyakh sempat memberikan asa lewat dua tembakan three poinnya, nyatanya klub asal Hong Kong ini selalu tampil Spartan untuk terus mengejar sekaligus berusaha berbalik unggul. Tiga pemain Eastern Tyler Lamb, Marcus Ryan Elliot dan Ki Lee bergantian mencetak angka, bahkan pada akhir kuarter tiga ini, mereka mampu menipiskan margin kekalahan hanya menjadi dua poin saja (56-54).

Frederick Lee Jones Lish cetak 22 angka melawan Hong Kong Eastern

CLS pun membuang kesempatan untuk merebut kemenangan keduanya di markas mereka. Padahal sebelumnya tembakan tiga angka Frederick Lee Jones di saat sisa waktu kurang dari tiga puluh detik, sempat memberikan angin segar untuk timnya. Nyatanya pil pahit pun harus di telan tuan rumah pada pertandingan kali ini. Kemenangan yang sudah didepan mata justru sirna saat tiga kali tembakan free throw Christian Standhardinger berhasil memaksa CLS Knights untuk memainkan babak overtime (75-75). Hal itu dikarenakan upaya tembakan tiga angka pemain berdarah Filipina tersebut di hadang Evan Brock dan memaksa wasit memberikan keputusan foul sekaligus tiga kali kesempatan free throw untuk Standhardinger yang berhasil di kemasnya dengan baik.

Memasuki babak tambahan waktu, Hong Kong Eastern berhasil keluar dari tekanan dan justru mengakhiri pertandingan malam ini dengan kemenangan 87-78.

Dua pemain heritage berdarah Thailand dari kedua tim berhasil menjadi pencetak angka terbanyak untuk timnya. Dari tim Hongkong Eastern, Tyler Lamb menorehan 25 poin dan 12 rebound. Sementara dari kubu CLS Knights Indonesia, Frederick Lee Jones mencetak poin tertinggi yakni sebanyak 22 angka.

“Basketball is game. Kadang kita kalah, kadang kita menang. Masalahnya tetap sama seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, Kami harus harus menjaga bara api permainan agar tidak padam itu saja. Selama energi itu bisa teratasi kami bisa compete dengan lawan,” komentar Koko Heru Setyo Nugroho yang tidak bisa menutupi kekecewaannya dengan hasil ini.

“ Ini bukan pertandingan mudah. CLS memberikan perlawanan di kandanganya. Tapi saya salut dengan perjuangan para pemain saya.  Baik Elliot, Standhardinger dan juga Tyler Lamb terus berusaha sampai pertandingan berakhir. Memang kadang di basket juga butuh yang namanya keberuntungan. Tapi sekali lagi para pemain saya menunjukan keyakinan untuk bisa menang atas tuan rumah,” komentar CLS Knights Indonesia pada awak media Surabaya selepas pertandingan.

“Kuncinya kami saling percaya satu dengan lainnya dan juga dengan coaching staff. Game ini memang berat, tapi akhirnya kami bisa menang karena semua pemain berperan untuk saling mengisi,” ujar Tyler Lamb menambahkan.

Pertandingan selanjutnya CLS Knights Indonesia akan kembali bermain di kandang untuk menghadapi Singapura Slinger pada tanggal  13 Desember mendatang.

IBL Hukum Pemain Terlibat Match Fixing Seumur Hidup

ngobrolbasket sebenranya agak shock mendengar berita ini, Basket menurut saya adalah olah raga yang paling fair selama ini, karena saya lihat pemain basket ini mencintai olah raga ini dan mereka passion dengan olah raga yang digeluti, tetapi dengan adanya berita bahwa pemain basket di Indonesia ada yang terlibat pengaturan skor membuat ngobrolbasket sedih sekali.  Nah silahkan baca Press Release dari IBL Indonesia di bawah ini

Press Release dari IBL Indonesia
IBL Hukum Pemain Terlibat Match Fixing Seumur Hidup
.
Manajemen IBL menghukum sembilan orang yang melakukan pengaturan hasil pertandingan musim IBL Pertalite 2017 lalu dengan hukuman larangan bermain di IBL seumur hidup.
.
Sembilan nama tersebut adalah Ferdinand Damanik, Tri Wilopo, Gian Gumilar, Haritsa Harlusdityo, Untung Gendro Maryono, Fredy, Vinton Nolan Surawi, Robertus Riza Raharjo, Zulhilmi Fatturohman
.
“Hukuman ini harus diberikan karena mereka melakukan tindakan yang tak bisa ditolerir,” kata Direktur IBL, Hasan Gozali
.
Skorsing ini sesuai dengan peraturan pelaksanaan IBL bab 4 pasal 7 ayat 2 yang berbunyi “Apabila terdapat salah satu personel klub IBL yang terbukti melakukan game fixing (pengaturan skor), maka personel klub iBL tersebut akan dikenakan sanksi minimal Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah) dan tidak boleh mengikuti seluruh kegiatan PT BBI seumur hidup”
.
PP Perbasi juga sudah menjatuhkan hukuman beragam kepada sembilan nama tersebut. Ferdinand dihukum skorsing lima tahun. Wilopo, Gian, Haritsa dan Untung dihukum empat tahun, Vinton, Fredy, dan Riza menerima hukuman tiga tahun dan Zulhilmi diskors dua tahun
.
Bila nantinya ada pemain, pemain asing, pelatih, tim official, dan wasit yg terlibat, IBL juga akan memberikan sanksi tegas  terhadap pemain tersebut
.
Hukuman berat memang diberikan oleh IBL agar dalam musim musim berikutnya hal serupa tidak lagi terjadi . “Siapa pun yang terbukti melanggar akan terkena hukuman termasuk pemain asing, wasit hingga pemilik klub”, tegas Hasan
.
“Sportivitas adalah bagian terpenting dalam olah raga, termasuk bola basket. IBL akan selalu menjaga prinsip ini,” tegasnya
.
#IBL201718 #UniteforGlory #Indonesia #Basketball

MOMENTUM HARI PAHLAWAN CLS KNIGHTS INDONESIA TAMPILKAN LOGO BARU

CLS Knights Indonesia secara resmi menampilkan logo baru, jelang keikutsertaannya di ajang ASEAN Basketball League (ABL) musim 2017-2018. Momentum tersebut di laksanakan pada acara media day siang tadi yang berlangsung di GOR Kertajaya, bertepatan dengan Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November.

Logo CLS KNIGHTS 2017

Di awali dengan prosesi perkenalan logo baru dan pemotongan tumpeng, Christopher Tanuwidjaja selaku Managing Partner CLS Knights Indonesia dalam sambutannya di hadapan awak media Surabaya, mengatakan bahwa acara ini di gelar sebagai wujud penghormatan bagi para pahlawan dan Surabaya pun dikenal sebagai kota Pahlawan.

Team CLS Knights berfoto dengan Logo Baru di Court

“Momentum pergantian logo ini kami laksanakan di hari Pahlawan. Tujuannya meneladani semangat dan pengorbanan para pejuang kita di masa lampau, terutama mengenai pertempuran di kota Surbaya tahun 1945. Yang mana semangat para pejuang kita tidak pernah padam, menghadapi berbagai macam tantangan dan tekanan bahkan dari Negara – Negara yang jauh lebih modern pada saat itu. Maka dari itu kami memilih hari ini sebagai peresmian logo baru kami yang melambangkan CLS Knights sebagai pasukan Elite dari Surabaya Indonesia, bangkit menghadapi segala tantangan dan tekanan dari berbagai pihak, demi nama Indonesia! Media day pada hari ini sekaligus juga untuk mengenal lebih dekat dan mengakrabkan diri dengan para jurnalis serta fans kami (Knights Society), juga doa bersama agar musim ini kami bisa mengarungi ABL dengan sebaik mungkin,” ungkapnya.

Mario Wuysang dengan Jersey CLS Kinght Logo Baru

Dalam acara yang dikemas secara sederhana dan di hadiri oleh perwakilan yayasan CLS dan seluruh pemain, Christopher juga berpesan supaya Mario Wuysang dan rekan-rekannya bermain dengan penuh semangat dan diharapkan membuat bangga para fansnya. Walau demikian, ia tidak menampik musim perdana CLS Knights mengarungi ABL pastinya tidak berjalan dengan mudah, terkait mereka buta dengan kekuatan tim lawan, khususnya lawan yang berada di luar Asean.

Duke Crews Dengan Jersey CLS Knights Logo Baru

Sementara itu Shooting Guard CLS Knights Sandy Febiansyakh Kurniawan mengaku sudah tidak sabar untuk berlaga di ajang ABL jelang game pertama pada 18 November, melawan Formosa Dreamers Taiwan. Keceng, demikian sapaan akrabnya sangat antusias dan berharap publik Surabaya berbondong-bondong turut menyaksikan secara langsung kiprah juara IBL musim 2016 tersebut di GOR Kertajaya.

 

“Tentunya sangat excited karena level kompetisinya lebih tinggi dari IBL. Di ABL kita banyak bertemu dengan karakter pemain yang berbeda, baik pemain lokal maupun asing. Sayapun mengikuti beberapa musim ABL ketika Mario jadi MVP. Harapan saya buat fans CLS Knights, mohon doa dan supportnya secara langsung, supaya kami bisa memberikan yang terbaik untuk Surabaya dan Indonesia,” komentar pemain yang memiliki hobby mengendarai motor klasik inggris bersama istrinya.

 

Dukungan Knights Society menyambut ABL musim ini pun sudah tidak diragukan lagi. Terbukti hingga sampai saat ini mereka antusias dengan membeli tiket pertandingan home game di GOR Kertajaya. Bahkan untuk tempat duduk penonton di beberapa titik sudah habis terjual. Ini mengisyaratkan CLS tidak ditinggalkan para fansnya meski harus berlaga di ajang ABL.

 

“Untuk sisi penonton di bagian Courtside habis terjual dalam waktu di bawah 3 jam sejak pertama kali online sales dimulai dan sisi VIP juga hampir habis terjual, kami harap untuk sisi tribune juga akan demikian mendekati game pertama. Terima kasih atas dukungan Knights Society dan juga para fans basket yang ada di Kota Surabaya ini,” pungkas Christopher pada acara media day siang tadi.

 

Pembelian tiket pertandingan home CLS Knights dapat diperoleh di www.loket.com, adapun variasi harganya antara lain:

 

VIP NORTH & SOUTH Wings: Rp 65.000,

VIP North & South Season Tickets

(Nov 2017 – Mar 2018): Rp 468.000

 

COURTSIDE: Rp 170.000

COURTSIDE Season Tickets

(Nov 2017 – Mar 2018): Rp 1.360.000

 

TRIBUN: Rp 40.000

TRIBUN Season Tickets

(Nov 2017 – Mar 2018): Rp 320.000.

Semakin serunya PORSI ARCADIA 2017

Untar Kembali bikin acara Basket yang keren banget.

3X3 BASKETBALL COMPETITION
PORSI “Pekan Olahraga dan Aksi” ARCADIA 2017 “Able and Ready to Create an Amazing Dynasty wIth our Actions”
Date: 6 – 10 November 2017
Venue: 8th floor, Hall D Campus 2
Tarumanagara University

Nah Buat kalian biar ngga ketinggalan bisa tonton acara yang keren ini 6-10 November di kampus untar

Selain itu kalian juga bisa daftar 3 point shootout yang diadakan mulai tanggal 7-10 November 2017

Nah buat detailnya cek poster nya ya Ballers…

One Stop Entertainment Basket Indonesia

%d bloggers like this: