Dipaksa Overtime, Stadium Jinakkan Satya Wacana

HARI terakhir Speedy NBL Indonesia 2014-2015 Seri III Malang menyajikan  laga-laga berkualitas yang menghibur para fans basket. Seperti yang dipertotonkan oleh Stadium Jakarta dan Satya Wacana ACA LBC Salatiga di GOR Bimasakti, Minggu (18/1). Bentrok kedua tim ini berlangsung ketat hingga memaksa dimainkannya overtime alias babak tambahan waktu. Stadium akhirnya keluar sebagai pemenang, setelah unggul tipis 87-85 (OT).

Center Stadium Jakarta Valentino Wuwungan (kiri) berebut bola rebound dengan Firman Dwi Nugroho (Satya Wacana ACA LBC Salatiga) dalam laga di GOR Bimasakti, Malang, Minggu (18/1).
Center Stadium Jakarta Valentino Wuwungan (kiri) berebut bola rebound dengan Firman Dwi Nugroho (Satya Wacana ACA LBC Salatiga) dalam laga di GOR Bimasakti, Malang, Minggu (18/1).

Overtime pertama pada seri Malang ini terjadi setelah kedua tim bermain imbang 74-74 hingga waktu normal. Respati Ragil Pamungkas dan Budi Sucipto berkontribusi atas terjadinya overtime tersebut.

Satya Wacana yang sempat tertinggal berhasil memangkas selisih menjadi 1 poin (73-74) lewat tembakan tiga angka Respati Ragil Pamungkas ketika tersisa 34 detik. Budi kemudian menyamakan kedudukan menjadi 74-74, setelah berhasil melesakkan satu dari dua tembakan bebas ketika kuarter keempat tersisa 5 detik.

Pada babak tambahan, ketatnya  persaingan masih terjaga hingga detik-detik terakhir.  Bahkan saat babak tambahan tersisa 0,26 detik sekalipun, Satya Wacana masih berusaha melawan. Melalui tembakan tiga angka Musthofa Ramadhan, Satya Wacana memangkas ketertinggalan menjadi 85-87. Hingga akhirnya buzzer berbunyi.

Penampilan impresif ditunjukkan kedua center Stadium Jakarta di pertandingan kali ini. Valentino Wuwungan mencetakdouble-double di laga ini dengan 19 poin dan 16 rebound. Sementara itu, Ruslan juga menorehkan catatan double-doubledengan 16 poin dan 12 rebound.

Dari kubu Satya Wacana, Respati Ragil Pamungkas tampil impresif. Alumni DBL Indonesia All-Star itu mengemas 30 poin. Hanya terpaut dua poin lagi dari rekor poin terbanyak dalam satu laga miliknya yang berjumlah 32 poin. Budi Sucipto menyumbang tambahan 16 poin, disusul oleh Yo Sua dengan sumbangan 15 poin.

”Kami sejatinya sudah sempat leading 10 poin. Tapi, anak-anak tidak bisa mengamankan itu. Akibatnya, kami harus berjuang lewat overtime. Hal seperti ini tak boleh terjadi lagi,” ujar Tri Adnyanaadi Lokatanaya, head coach Stadium. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s