Atasi Satria Muda, CLS Bertemu Pelita Jaya Di Final IBL Musim 2016

Sejarah tercipta di pertandingan game kedua semifinal IBL musim 2016. Saat CLS Knights Surabaya berhasil mengatasi Satria Muda Pertamina Jakarta untuk yang kedua kalinya dengan skor 76-70. Pada pertandingan yang di gelar diBritama Arena, Mahaka Square, Minggu (22/5/2016), skuad CLS yang di latih oleh Wahyu Widayat Jati tersebut, akhirnya mampu melangkah ke final dan akan melahirkan juara baru oleh karena CLS dan calon lawannya Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta belum pernah merasakan gelar juara liga basket profesional Indonesia.

Jamarr Andre Johnson cetak double double (19 poin dan 12 rebound)-IBL
Jamarr Andre Johnson cetak double double (19 poin dan 12 rebound)-IBL

Pada pertandingan malam tadi, Jamarr Johnson menjadi pengumpul poin terbanyak untuk CLS Knights dengan 19 poin, 14 rebound, dan 5 steal. Mario Wuysang dan Sandy Febiansyakh masing-masing 18 dan 14 poin. Di pihak Satria Muda, Arki Dikania Wisnu mengoleksi 20 poin dan 6 assist sementara Rony Gunawan 14 poin.

Awal pertandingan, laga berjalan cukup ketat. Muhammad Isman Thoyib membuka raihan poin CLS Knights lewat dua kali lemparan bebas. Lima menit pertama, mereka meninggalkan Satria Muda dengan hanya empat poin. Lawan baru kewalahan di sisa menit kuarter itu lantaran menderita team foul. CLS Knights berhasil memanfaatkan lemparan bebas dan mencetak 13 poin dari sana. Mereka unggul 22-12.

Kuarter kedua, CLS Knights di atas angin. Mereka semakin menjauh lewat pertahanan apik Jamarr Johnson. Dua kali ia berhasil mencuri bola. Total ia mengumpulkan empat steal sampai kuarter ini. Mario Wuysang kemudian membantu timnya lewat tembakan tiga angka. Dua kali tembakan terbuka bisa ia manfaatkan. Sementara itu, Satria Muda masih berusaha menyusul. Nahas, mereka hanya mampu mengumpulkan delapan poin. ClS Knights tetap memimpin 36-20.

Mario Wuysang cetak 18 poin dan 7 assist-IBL
Mario Wuysang cetak 18 poin dan 7 assist-IBL

Kuarter ketiga memanas. Sempat terjadi kemelut di bawah ring CLS Knights. Pertengkaran tak terelakkan di tengah pertandingan. Kedua tim perlu menyisi lantaran wasit harus melihat rekaman ulang untuk mengeluarkan putusan. Hasilnya, Hardianus dan Riza Raharjo dari Satria Muda dikeluarkan dari pertandingan. Herman dari CLS Knights juga mengalami hal serupa.

Pasca kemelut itu, Satria Muda memanfaatkan momentum untuk bangkit. Mereka menyempitkan ketertinggalan sampai beda 10 poin. Kedudukan 48-38 masih untuk CLS Knights.

Kuarter akhir, Satria Muda menjaga momentum. Mereka terus menambah angka sementara CLS Knights kehilangan Thoyib yang baru saja melakukan pelanggaran kelimanya. Pertandingan memanas, gelanggang bergemuruh. Tiga menit terakhir, Satria Muda membalikkan keadaan. Mereka memimpin 58-56 lewat tembakan tiga angka Rony Gunawan, tapi lawan tidak juga menyerah. Jual-beli serangan terjadi, CLS Knights memimpin lagi 61-59. Arki berhasil membuat skor imbang di lima detik terakhir. Kedudukan 61-61.

Laga berlanjut ke overtime, Satria Muda harus kehilangan Rony Gunawan dan Kevin Yonas Sitorus. Mereka melakukan lima kali pelanggaran. Sementara itu, pertandingan tetap menyuguhkan permainan atraktif. Kedua tim berbalasan poin. CLS Knights pada akhirnya memutus asa lawan dengan memenangkan pertandingan 76-70.

“Sesuai dengan motto kami: believe. Saya percaya kepada pemain saya meski lawan melakukan segala cara untuk bisa mengalahkan kami. Mereka sudah takut di awal karena kami terus-menerus mengirim pesan kepada setiap lawan kami bahwa CLS era baru sangat sulit di kalahkan,” ujar Pelatih CLS Knights Wahyu Widayat Jati.

“Kita memang sering naik-turun. Tadi ada miss komunikasi. Namun kami bisa bangkit dan meraih kemenangan. Saya puas bisa lolos ke final. Untuk menghadapi Pelita Jaya, hadapi saja. Pesan dari Coach Wahyu, musuh sebenarnya adalah diri kita sendiri,” ujar Sandy, guard CLS Knights.

“Mereka (CLS Knights) lebih bagus dari kami, tapi saya memberikan apresiasi kepada para pemain saya yang telah bermain dengan hati. Kalah-menang biasa dalam pertandingan, dan musim depan kami akan lebih baik lagi,” komentar head coachSatria Muda, Cokorda Raka Satrya Wibawa.

“Kita kalah lawan CLS, tapi teman-teman sudah kasih effort 100% di lapangan. Mereka bermain bagus. Saya juga berterima kasih kepada para supporter dan Fanatics yang sudah mendukung kami di saat kami sudah tertinggal 19 poin dan akhirnya mampu menyamakan kedudukan dan bermain di babak over time. Musim depan kami harus meraih juara lagi seperti slogan Satria Muda yakni: Indonesia juara, juara Indonesia,” ujar Christian Ronaldo Sitepu.

Dengan begitu, kedudukan menjadi 2-0 untuk CLS Knights. Mereka berhasil mendapat tiket ke final dan akan meladeni runner up regular season yakni Pelita Jaya EMP Jakarta pada hari Kamis (23/5/2016) (game pertama) di Britama Arena, Mahaka Square, Jakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s