Tag Archives: CLS

MOMENTUM HARI PAHLAWAN CLS KNIGHTS INDONESIA TAMPILKAN LOGO BARU

CLS Knights Indonesia secara resmi menampilkan logo baru, jelang keikutsertaannya di ajang ASEAN Basketball League (ABL) musim 2017-2018. Momentum tersebut di laksanakan pada acara media day siang tadi yang berlangsung di GOR Kertajaya, bertepatan dengan Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November.

Logo CLS KNIGHTS 2017

Di awali dengan prosesi perkenalan logo baru dan pemotongan tumpeng, Christopher Tanuwidjaja selaku Managing Partner CLS Knights Indonesia dalam sambutannya di hadapan awak media Surabaya, mengatakan bahwa acara ini di gelar sebagai wujud penghormatan bagi para pahlawan dan Surabaya pun dikenal sebagai kota Pahlawan.

Team CLS Knights berfoto dengan Logo Baru di Court

“Momentum pergantian logo ini kami laksanakan di hari Pahlawan. Tujuannya meneladani semangat dan pengorbanan para pejuang kita di masa lampau, terutama mengenai pertempuran di kota Surbaya tahun 1945. Yang mana semangat para pejuang kita tidak pernah padam, menghadapi berbagai macam tantangan dan tekanan bahkan dari Negara – Negara yang jauh lebih modern pada saat itu. Maka dari itu kami memilih hari ini sebagai peresmian logo baru kami yang melambangkan CLS Knights sebagai pasukan Elite dari Surabaya Indonesia, bangkit menghadapi segala tantangan dan tekanan dari berbagai pihak, demi nama Indonesia! Media day pada hari ini sekaligus juga untuk mengenal lebih dekat dan mengakrabkan diri dengan para jurnalis serta fans kami (Knights Society), juga doa bersama agar musim ini kami bisa mengarungi ABL dengan sebaik mungkin,” ungkapnya.

Mario Wuysang dengan Jersey CLS Kinght Logo Baru

Dalam acara yang dikemas secara sederhana dan di hadiri oleh perwakilan yayasan CLS dan seluruh pemain, Christopher juga berpesan supaya Mario Wuysang dan rekan-rekannya bermain dengan penuh semangat dan diharapkan membuat bangga para fansnya. Walau demikian, ia tidak menampik musim perdana CLS Knights mengarungi ABL pastinya tidak berjalan dengan mudah, terkait mereka buta dengan kekuatan tim lawan, khususnya lawan yang berada di luar Asean.

Duke Crews Dengan Jersey CLS Knights Logo Baru

Sementara itu Shooting Guard CLS Knights Sandy Febiansyakh Kurniawan mengaku sudah tidak sabar untuk berlaga di ajang ABL jelang game pertama pada 18 November, melawan Formosa Dreamers Taiwan. Keceng, demikian sapaan akrabnya sangat antusias dan berharap publik Surabaya berbondong-bondong turut menyaksikan secara langsung kiprah juara IBL musim 2016 tersebut di GOR Kertajaya.

 

“Tentunya sangat excited karena level kompetisinya lebih tinggi dari IBL. Di ABL kita banyak bertemu dengan karakter pemain yang berbeda, baik pemain lokal maupun asing. Sayapun mengikuti beberapa musim ABL ketika Mario jadi MVP. Harapan saya buat fans CLS Knights, mohon doa dan supportnya secara langsung, supaya kami bisa memberikan yang terbaik untuk Surabaya dan Indonesia,” komentar pemain yang memiliki hobby mengendarai motor klasik inggris bersama istrinya.

 

Dukungan Knights Society menyambut ABL musim ini pun sudah tidak diragukan lagi. Terbukti hingga sampai saat ini mereka antusias dengan membeli tiket pertandingan home game di GOR Kertajaya. Bahkan untuk tempat duduk penonton di beberapa titik sudah habis terjual. Ini mengisyaratkan CLS tidak ditinggalkan para fansnya meski harus berlaga di ajang ABL.

 

“Untuk sisi penonton di bagian Courtside habis terjual dalam waktu di bawah 3 jam sejak pertama kali online sales dimulai dan sisi VIP juga hampir habis terjual, kami harap untuk sisi tribune juga akan demikian mendekati game pertama. Terima kasih atas dukungan Knights Society dan juga para fans basket yang ada di Kota Surabaya ini,” pungkas Christopher pada acara media day siang tadi.

 

Pembelian tiket pertandingan home CLS Knights dapat diperoleh di www.loket.com, adapun variasi harganya antara lain:

 

VIP NORTH & SOUTH Wings: Rp 65.000,

VIP North & South Season Tickets

(Nov 2017 – Mar 2018): Rp 468.000

 

COURTSIDE: Rp 170.000

COURTSIDE Season Tickets

(Nov 2017 – Mar 2018): Rp 1.360.000

 

TRIBUN: Rp 40.000

TRIBUN Season Tickets

(Nov 2017 – Mar 2018): Rp 320.000.

CLS KNIGHTS SURABAYA RESMI BERLAGA DI AJANG ASEAN BASKETBALL LEAGUE 2017-2018

CLS Knights Surabaya secara resmi berlaga diajang ASEAN Basketball League musim 2017-2018 yang diikuti oleh sembilan tim. (enam tim dari Asean dan tiga lainnya dari Hongkong, China, Taiwan).

Delapan tim lainnya yang berlaga diajang ini adalah Hong Kong Eastern Sports Club, Singapore Slingers, Alab Pilipinas, Nanhai Long Lions, Saigon Heat, Westports Malaysia Dragons, Mono Vampire Basketball Club, Formosa Dreamers.

Managing Partner CLS Knights Surabaya Christopher Tanuwidjaja (ketiga dari kiri) bersama perwakilan klub ABL

Saat menghadiri acara konferensi pers launching ABL pagi tadi di the Bonifacio Hall of the Shangri-La, Taguig City, Filipina, CLS yang dihadiri oleh Christopher Tanuwidjaja (Managing Partner), Ferry Humardani (General Manager), serta perwakilan pemainnya, Sandy Febiansyakh, mengaku siap mengikuti ABL musim ini bersama delapan tim peserta lainnya.

Berbagai persiapan pun juga sudah di lakukan. Diantaranya adalah memilih arsitek tim yang baru, yakni Head Coach Koko Heru Setyo Nugroho yang sebelumnya merupakan asisten pelatih lama Wahyu Widayat Jati. Ditangan pelatih baru, CLS semakin meningkatkan program latihan yang semakin intens selama enam hari dalam sepekan.

Christopher Tanuwidjaja

Hal lainnya, klub basket putra kebanggaan warga Surabaya dan juga Jawa Timur ini pun turut bersolek dengan memperbaiki sejumlah fasilitas di markas mereka GOR Kertajaya. Mulai dari peremajaan lapangan, instalasi sound system, penambahan ice bath diruang ganti dan juga merenovasi dibeberapa hal pendukung lainnya.

“Kami sangat antusias menyambut musim ini, karena ABL ibarat seperti semi NBA yang sangat profesional bahkan dari sisi teknis dan non teknis. Saya pun semakin belajar untuk lebih profesional dalam menangani tim. Mulai dari mempersiapkan lapangan dengan standar fasilitas yang layak, menggandeng tv partner, mencari pemain asing yang berkualitas dan lainya. Sementara untuk kompetisinya sendiri terus terang kami buta dengan kekuatan lawan mengingat ini kali pertama CLS berlaga di ABL. Tapi saya yakin semuanya akan memberikan yang terbaik, bukan untuk kebanggaan diri kami atau CLS, tapi untuk Kota Surabaya dan juga untuk basket Indonesia,” komentar Christopher Tanuwidjaja, dalam keterangan persnya di Filipina.

Christopher Tanuwidjaja

Rasa antusias juga diamini oleh shooter andalan mereka Sandy Febiansyakh. Ia dan para pemain lainnya mengaku sempat gundah karena absennya CLS diajang Indonesian Basketball League musim ini. Namun setelah mendapat kepastian dari manajemen untuk berlaga di Asean Basketball League tahun ini, pemain yang akrab disapa dengan panggilan “Keceng” tersebut akhirnya semakin termotivasi untuk bermain di levelan kompetisi yang tinggi dan ketat dengan menghadapi sejumlah tim Asean dan luar lainnya.

“Semua pemain CLS tentunya sangat antusias dan termotivasi untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi menghadapi liga ABL yang tentunya sangat ketat. Persiapan juga sudah banyak dilakukan oleh pelatih. Sistem permainan kami tidak banyak berubah, hanya saja kami tinggal menyatukan chemistry antara pemain lokal dengan pemain asing.  Kami sudah bertekad untuk berjuang semaksimal mungkin,” ujar pemain yang turut mempersembahkan medali perak Basket Putra di ajang Sea Games Malaysia beberapa bulan yang lalu.

Untuk musim ini CLS Knights sudah mengkontrak 3 pemain asing ( 2 pemain asal Amerika Serikat dan 1 pemain asing keturunan Asean) . Dua pemain asing asal Amerika yang akan berbaju Knights yakni Duke Crews (powerd forward) yang musim lalu turut memperkuat CLS di IBL dan Brian Williams (center). Satu orang pemain asing keturunan Asia Tenggara yang sudah didaftarkan adalah Frederick Lee Jones, yang memiliki darah keturunan Thailand (point guard).

Suasana Press Conference Launching ASEAN Basketball League 2017-2018

“Duke Crews sudah sangat menyatu dengan para pemain lokal CLS dan sangat mengerti tipe permainan yang diinginkan coach Koko. Harapan saya para pemain asing lainnya juga dapat menyatu dengan tim. Kini saya masih mencari satu kuota pemain asing berdarah Asean atau China lainnya untuk  menggenapi kuota empat pemain asing yang boleh didaftarkan,”kata Itop, panggilan keseharian Christopher Tanuwidjaja.

Selain jatah 4 pemain asing, CLS juga memiliki kuota 14 pemain lokal yang bisa didaftarkan. Saat ini manajemen CLS menyerahkan keputusan untuk pemilihan pemain lokal yang akan didaftarkan sepenuhnya kepada tim pelatih.

Selama babak regular berlangsung (sampai akhir Maret 2018), CLS rencananya akan memainkan 20 pertandingan (10 home dan 10 away). Pada pertandingan pertama nanti, Sandy Febiansyakh dan rekan-rekannya akan memulai laga pertamanya di GOR Kertajaya pada tanggal 18 November mendatang melawan Formosa Dreamers, Taiwan.

Bimasakti Jadi Pelampiasan CLS Knights

USAI menelan dua kekalahan beruntun, CLS Knights Surabaya mencoba bangkit. Tak mau pulang dengan tangan hampa, Dimaz Muharri dkk bermain ngotot saat melakoni laga terakhirnya di Speedy NBL Indonesia 2014-2015 Seri III Malang di GOR Bimasakti, Sabtu (17/1). CLS Knights menjadikan Bimasakti Nikko Steel Malang sebagai pelampiasan, dengan skor cukup telak 89-41.

Shooting guard CLS Knights Surabaya Bima Riski Ardiansyah (kanan) mencoba melakukan tembakan dalam laga melawan Bimasakti Nikko Steel Malang, Sabtu (17/1).
Shooting guard CLS Knights Surabaya Bima Riski Ardiansyah (kanan) mencoba melakukan tembakan dalam laga melawan Bimasakti Nikko Steel Malang, Sabtu (17/1).

CLS Knights memulai dominasinya sejak tip-off. Unggul 17-14 di sisa waktu 2 menit 56 detik, namun dipangkas oleh Freddy dengan 2-point jump shot yang mengubah kedudukan menjadi 17-16. Namun selepas itu, Bimasakti tak mampu mengejar perolehan poin. CLS Knights memimpin kuarter pertama dengan margin keunggulan 14 poin (32-18).

Memasuki kuarter kedua, dominasi anak asuh Kim Dong-won semakin tak terbendung. Bimasakti semakin tenggelam dengan margin 28 poin (51-23) di akhir kuarter kedua. Lebih menyakitkan lagi, pendulang poin terbanyak bagi CLS Knights justru adalah mantan pemain Bimasakti, yaitu Bima Riski Ardiansyah dengan 9 poin.

Di kuarter ketiga, Bimasakti semakin tenggelam. Mereka tertinggal hingga 41 poin, sehingga sulit bagi anak asuh Oei A Kiat ini untuk mengejar. Di kuarter ketiga ini mereka menyerah dengan skor 33-74. Kali ini giliran Kaleb Ramot Gemilang yang menyumbangkan 6 angka bagi CLS Knights Surabaya.

Bima Riski Ardiansyah menjadi pendulang poin terbanyak dengan 15 poin. Namun penampilan yang cemerlang justru ditunjukkan oleh center CLS Knights Herman. Dirinya mencetak double-double di laga ini dengan 10 poin dan 11 rebound. Sementara itu sumbangsih sang kapten Yanuar Priasmoro dengan 13 poin tak bisa menyelamatkan Bimasakti dari kekalahan.

”Kerjasama di lapangan banyak miss. Tidak nampak team work. Terlalu banyak turnover yang merugikan kita. Akibatnya, sulit untuk bisa memperkecil ketertinggalan. Apalagi bisa berbalik menang,” ketus Oei A Kiat, head coachBimasakti. (*)