Kalah Lagi, Garuda Terpuruk di Zona Kritis Playoff

KEKALAHAN demi kekalahan terus ditelan Garuda Kukar Bandung. Tim polesan Tjetjep Firmansyah itu harus menerima kenyataan pahit gagal total pada IndiHome NBL Indonesia 2014-2015 Seri V Batam. Menyusul kekalahan 49-70 dari Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta dalam laga penutup seri kelima di Hi-Test Arena, Batam, Minggu (8/2).

Power forward Pelita Jaya Energi Mega Persada Ponsianus Nyoman Indrawan (kiri) dalam laga melawan Garuda Kukar Bandung di Hi-Test Arena, Batam, Minggu (8/2).
Power forward Pelita Jaya Energi Mega Persada Ponsianus Nyoman Indrawan (kiri) dalam laga melawan Garuda Kukar Bandung di Hi-Test Arena, Batam, Minggu (8/2).

Bagi Garuda, itu adalah kekalahan ketiga dari tiga game yang mereka lakoni pada seri ini. Sebelumnya mereka dipaksa menyerah dari tim sekota, JNE BSC Bandung Utama (42-48), serta kalah saat menghadapi NSH GMC GSBC Jakarta (56-53).

Kekalahan itu kian menambah panjang rekor kekalahan Garuda. Setelah pada seri keempat di Surabaya, mereka juga gagal total dengan menelan tiga kekalahan dari tiga laga yang mereka lakoni. Ditambah satu kekalahan pada laga terakhir seri ketiga di Malang, berarti sudah tujuh laga mereka tak pernah menang.

Menyusul hasil akhir seri kelima Batam itu, Garuda terpuruk ke zona kritis playoff.  Dengan mengantongi 22 poin hasil dari 6 kemenangan dan 10 kali kalah, Garuda tercecer di urutan ke-8 klasemen sementara.

Tanda-tanda bahwa Garuda akan kembali terpuruk sudah terlihat sejak kuarter pertama. Pelita Jaya melesat meninggalkan Garuda. Dua poin dari Ary Chandra bertepatan dengan buzzer, membuat Pelita Jaya memimpin dengan skor 23-6 di kuarter pertama. Ponsianus Nyoman Indrawan menjadi pencetak poin terbanyak bagi Pelita Jaya dengan 5 poin.

Tugas Garuda di kuarter kedua semakin berat. Pelita Jaya rajin menambah poin di kuarter ini. Total 15 poin ditambahkan Pelita Jaya di kuarter ini, dan dibalas 13 poin oleh Garuda. Dua tembakan bebas  dari Kelly Purwanto di sisa 2 detik, membuat Pelita Jaya memimpin 38-19 di akhir kuarter kedua.

Memasuki kuarter ketiga, Garuda tampil lebih baik. Terbukti Garuda bisa menambah 18 poin, sedangkan Pelita Jaya menyarangkan 15 poin. Three point play dari Daniel Timothy Wenas memperkecil ketertinggalan Garuda menjadi 16 poin (37-53).

Tak mau memberi momentum kepada lawan untuk bangkit, Pelita Jaya tetap ngotot pada kuarter keempat. Pelita Jaya mampu menguasai keadaan dan memenangkan pertandingan

Ponsianus Nyoman Indrawan memimpin rekan-rekannya dalam mencatatkan perolehan poin. Tampil dengan minute play sebanyak 28 menit 49 detik, power forward kelahiran Badung yang akrab disapa Komink itu mengemas 13 poin dan 4 rebound. Disusul Adhi Pratama Prasetyo Putra dengan 10 poin dan 4 rebound.

”Saya memang meminta kepada anak-anak untuk finish strong, tidak menganggap remeh Garuda sedikitpun walau tren mereka sedang turun,” jelas Inal, sapaan akrab Antonius Ferry Rinaldo, head coach Pelita Jaya. (*)

Sumber Foto dan Berita: Press release NBL Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s