Satria Muda Selamat Dari Pembunuh

Satria Muda Britama Jakarta memastikan satu tempat di Grand Final IndiHome National Basketball League (NBL) Indonesia Championship Series 2015. Satu tiket ini didapatkan Christian Ronaldo Sitepu dkk setelah kembali menundukkan Stadium Jakarta 48-45, pada pertandingan semifinal di Hall Basket Senayan Jakarta, Kamis (7/5).

Small forward Satria Muda BritAma Jakarta Arki Dikania Wisnu (kiri) dalam laga semifinal IndiHome NBL Indonesia Championship Series 2015 melawan Stadium Jakarta di Hall Basket Senayan, Jakarta, (7/5).
Small forward Satria Muda BritAma Jakarta Arki Dikania Wisnu (kiri) dalam laga semifinal IndiHome NBL Indonesia Championship Series 2015 melawan Stadium Jakarta di Hall Basket Senayan, Jakarta, (7/5).

Di babak playoff musim ini, pemegang gelar juara regular season itu melaju mulus tanpa hambatan. Di pertandingan pertama, mereka mengalahkan Stadium 58-52. Selanjutnya mereka menundukkan M88 Aspac Jakarta 59-53. Di babak semifinal mereka harus bertemu dengan Stadium sekali lagi, pasalnya tim polesan Andre Yuwadi tersebut berhasil menumbangkan M88 Aspac 67-65. Pada akhirnya, Satria Muda yang memulangkan Stadium.

Satria Muda di awal kuarter sudah unggul 4-0. Ini karena Chrismast Bonanza Siregar memasukkan 2-point jump shot dan dua kali free throw. Lalu Satria Muda bisa memimpin dengan jarak tiga poin (10-7) lewat aksi 2-point jump shot Rony Gunawan. Skor ini menutup kuarter pertama.

Memasuki kuarter kedua, persaingan semakin memanas. Namun perlawanan yang ditampilkan Stadium belum mampu memperkecil kedudukan. Justru mereka tertinggal lima poin (21-16) lewat dua free throw Arki Dikania Wisnu di sisa 44 detik. Satria Muda mempertahankan keunggulan ini hingga buzzer berbunyi. Arki Dikania Wisnu menyumbang lima poin di sepanjang kuarter kedua.

Usaha Stadium yang terus mengejar skor akhirnya terbayar. Lewat 3-point jump shot Dino Leonardo, skor berubah sama kuat 28-28. Namun, Satria Muda bisa kembali unggul lima angka di akhir kuarter ketiga. 3-point jump shot Vamiga Michel dan tip in Kevin Yonas Argadiba Sitorus merubah skor menjadi 34-29. Keunggulan ini bertahan hingga kuarter ketiga usai.

Ketegangan berlanjut di kuarter keempat. Di sisa 1 menit 26 detik, Stadium berbalik unggul 43-42 melalui 3-point jump shot Wijaya Saputra. Namun keunggulan ini tak bertahan lama karena Vamiga Michel bisa memaksimalkan assist Arki Dikania Wisnu dan mencetak 3-point jump shot. Skor pun berubah 45-43. Strategi Sacrifice foul di detik-detik akhir tak membuahkan hasil bagi Stadium. Mereka akhirnya menyerah dengan jarak tiga poin (45-48).

“Tidak ada yang disayangkan dari kekalahan ini, karena kami sudah bermain bagus. Setiap pemain yang diturunkan di game ini semuanya siap, dan memberikan yang terbaik,” ujar head coach Stadium, Andre Yuwadi.

Kesempatan melaju ke grand final ini merupakan kali keempat bagi Satria Muda. Sebelumnya dari tiga kali masuk final, Satria Muda memenangkan dua musim penyelenggaraan NBL Indonesia.Yakni musim 2010-2011, dan menjuarai musim 2011-2012. Sedangkan di musim 2013-2014, Satria Muda harus rela berada di posisi runner-up setelah dikalahkan M88 Aspac dengan skor 67-83.

“Hari ini game buruk buat kami. Defense Stadium memang bagus terbukti Aspac bisa dipulangkan. Tapi defense kami juga tidak kalah, karena bisa menahan Stadium untuk tidak mencetak banyak poin,” kata pelatih Satria Muda, Cokorda Raka Satrya Wibawa. “Sebelum final, offense kami harus dibenahi. Shooter juga harus latihan lagi,” sambung coach Wiwin, sapaan akrabnya. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s