Tundukkan Pacific, Stadium Jaga Asa Ke Play-Off

STADIUM Jakarta mendapatkan harapan untuk bisa tampil di championship series IndiHome National Basketball League (NBL) Indonesia 2014-2015. Menyusul kemenangan atas Pacific Caesar Surabaya 60-42 dalam lanjutan Seri X Surabaya di DBL Arena, Sabtu (11/4).

Small forward Stadium Jakarta Dino Leonardo (kiri) dibawah penjagaan Charlie Fanny Indra Putra dari Pacific Caesar dalam laga di DBL Arena, Surabaya, Sabtu (11/4).
Small forward Stadium Jakarta Dino Leonardo (kiri) dibawah penjagaan Charlie Fanny Indra Putra dari Pacific Caesar dalam laga di DBL Arena, Surabaya, Sabtu (11/4).

Sebelumnya Stadium sudah menelan dua kali kekalahan di seri kali ini. Yakni menyerah 50-72 dari Satria Muda Britama Jakarta, lalu kalah 46-66 dari CLS Knights Surabaya. Namun, kemenangan atas Pacific Caesar ini membuat harapan Stadium melaju ke play-off kembali tumbuh. Pasalnya, saat ini tim polesan Andre Yuwadi itu mengoleksi 44 poin dan berada di peringkat kedelapan.

Namun kepastian Stadium ke championship series bisa didapatkan jika pesaing terdekatnya Bimasakti Nikko Steel Malang, menelan kekalahan. Sebab Bimasakti saat ini mengantongi 41 poin dan menyisakan dua laga di seri ini. Bila mereka kalah satu pertandingan saja, membuat Stadium secara otomatis masuk ke play-off.

Stadium yang menginginkan kemenangan, justru tertinggal di kuarter pertama. Pacific Caesar memimpin 4-0 lewat dua kali 2-point jump shot Indra Muhammad. Hingga penghujung kuarter, Pacific Caesar masih bisa mempertahankan keunggulan. Stadium hanya mampu menepis defisit skor lewat 3-point jump shot Dino Leonardo. Skor 12-9 menutup laga di kuarter pertama untuk keunggulan Pacific Caesar. Indra Muhammad mencetak 10 poin di kuarter ini.

Di kuarter kedua keadaan berubah. Stadium berbalik memimpin 16-15 lewat free throw Valentino Wuwungan. Selanjutnya Stadium yang menguasai jalannya permainan. Pacific Caesar akhirnya bisa menipiskan jarak poin menjadi 5 poin (25-30) melalui three point play Dian Heryadi. Saat buzzer berbunyi, Stadium masih memimpin 30-25.

Selepas istriahat, kedua tim kembali bersaing sengit. Namun Stadium kali ini tampil lebih baik. Mereka menambahkan 18 poin dan dibalas 6 poin saja oleh Pacific Caesar. Stadium masih memimpin dengan jarak 17 poin (48-31) meskipun di sisa 6 detik Eko Sasmito mencetak 3-point jump shot. Kuarter ketiga ditutup untuk keunggulan Stadium.

Memasuki kuarter terakhir, Pacific Caesar masih berusaha mengejar defisit poin. Hasilnya di sisa 4 menit 43 detik, 3-point jump shot Charlie Fanny membuat Pacific Caesar hanya terpaut 10 poin (38-48). Namun, pada akhirnya Stadium bisa menguasai keadaan dan kembali memimpin. Saat buzzer berbunyi mereka unggul 18 poin (60-42) melalui 2-point jump shot Max Yanto.

Kemenangan Stadium kali ini juga berkat performa menawan Dino Leonardo yang mengemas 13 poin. Disusul Muhammad Hardian Wicaksono dengan 10 poin, serta Valentino Wuwungan yang nyaris mencetak double-double setelah menyumbangkan 12 rebound dan 9 poin.

“Jika kami lolos ke championship series nanti, pastinya harus tampil mati-matian. Oleh karena itu, kami tidak akan sia-siakan waktu yang ada, untuk segera mempersiapkan diri,” ujar head-coach Stadium, Andre Yuwadi. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s