M88 Aspac Mulai Terbiasa Tidak Full Team

PROBLEM krisis pemain tampaknya mulai bisa diatasi oleh M88 Aspac Jakarta. Back-to-back champion (juara dua musim terakhir) tersebut makin terbiasa bermain tidak dengan kekuatan penuh. Seperti yang mereka tunjukkan saat menggilas Stadium Jakarta, 70-55, dalam lanjutan IndiHome NBL Indonesia 2014-2015 Seri VIII Jogjakarta di GOR UNY, Jumat (13/3).

Center M88 Aspac Jakarta Ferdinand Damanik (kiri) dihadang Valentino Wuwungan dari Stadium Jakarta dalam laga di GOR UNY, Jogjakarta, Jumat (13/3).
Center M88 Aspac Jakarta Ferdinand Damanik (kiri) dihadang Valentino Wuwungan dari Stadium Jakarta dalam laga di GOR UNY, Jogjakarta, Jumat (13/3).

Dalam laga ini, M88 Aspac kembali tidak turun dengan kekuatan terbaiknya. Dua pilar pentingnya, Xaverius Prawiro dan Mario Gerungan, harus menepi. Ius (sapaan Xaverius) masih dalam proses pemulihan setelah menjalani operasi kecil di kaki kirinya. Sedangkan Mario harus absen pada seri kedelapan di Jogja karena terserang cacar air.

”Tanpa mereka (Ius dan Mario), kekuatan kami memang berkurang. Karena itu fokus kami saat ini adalah mengoptimalkan kontribusi pemain lainnya, terutama bench (cadangan). Kalau mereka sudah bagus, nanti saat ada tambahan tenaga dari Ius tentu akan lebih baik lagi,” ujar Rastafari Horongbala, head coach M88 Aspac.

Menyusul kemenangan atas Stadium, M88 Aspac kembali merebut posisi puncak klasemen sementara dengan koleksi 47 poin dari 26 laga (21-5). Satria Muda yang baru menjalani 24 laga dengan koleksi 46 poin (22-2) bisa mengancam status pemuncak.

Berkat hasil positif ini, M88 Aspac juga sukses mengunci keunggulan head-to-head atas Stadium menjadi 2-1. M88 Aspac menang 89-69 di Seri I Jakarta. Namun, tim polesan Rastafari Horongbala itu tumbang 65-70 dari Stadium pada pertemuan kedua musim ini di Seri V Batam lalu.

M88 Aspac memimpin jalannya pertandingan. Meski begitu, Stadium bisa mengejar dan menyisakan 3 poin (13-16), di akhir kuarter pertama lewat free throw Jeremiah Eliza Ranti. Saat kuarter pertama usai, M88 Aspac unggul 16-13.

Memasuki kuarter kedua, M88 Aspac bisa menjaga keunggulan. Namun, Stadium masih saja memberi ancaman. Bayu Anggara mencetak 2-point jump shot yang membuat Stadium mengejar 26-37. M88 Aspac masih memimpin perolehan poin saat kuarter kedua ditutup.

Keunggulan M88 Aspac bertambah di kuarter ketiga. Saat laga tersisa 58 detik, Oki Wira Sanjaya mencetak 2-poin jump shot yang membawa M88 Aspac unggul 18 poin atas Stadium.  Saat buzzer berbunyi, M88 Aspac unggul 38-56. Ferdinand Damanik menjadi penyumbang poin terbanyak bagi M88 Aspac dengan 7 poin.

Di kuarter keempat, Stadium lebih banyak mencetak poin dibandingkan M88 Aspac. Stadium menambah 17 poin dan M88 Aspac membalas 14 poin. Namun, keunggulan M88 Aspac tetap terjaga hingga akhir kuarter keempat.

Penampilan gemilang ditunjukkan beberapa pemain M88 Aspac. Antara lain Ferdinand Damanik yang mengemas 14 poin dan Oki Wira Sanjaya (10 poin). Sementara itu, di kubu Stadium, Valentino Wuwungan mendominasi dengan torehandouble-double lewat 13 poin dan 13 rebound. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s