Stadium Jadi Korban Kedua Satya Wacana

SATYA Wacana AC LBC Salatiga terus menebar ancaman. Tim polesan Efri Meldi ini menunjukkan tren positif pada gelaran IndiHome NBL Indonesia 2014-2015 Seri VI Solo di Sritex Arena. Adalah Stadium Jakarta yang menjadi korban kedua keganasan Yo Sua dkk, saat saling berhadapan Jumat (27/2). Satya Wacana menutup laga ini dengan keunggulan 86-75.

Dari kanan, ekspresi Luthfianes Gunawan, Jerry Lolowang, dan Yurifan Hosen dari Satya Wacana ACA LBC Salatiga saat timnya berhasil mengalahkan Stadium Jakarta di Sritex Arena Solo, Jumat (27/2).
Dari kanan, ekspresi Luthfianes Gunawan, Jerry Lolowang, dan Yurifan Hosen dari Satya Wacana ACA LBC Salatiga saat timnya berhasil mengalahkan Stadium Jakarta di Sritex Arena Solo, Jumat (27/2).

Sehari sebelumnya, Satya Wacana terlebih dahulu mengalahkan NSH GMC GSBC Jakarta (84-64). Ini kian menegaskan bahwa Sritex Arena memang sangat bersahabat bagi mereka.
Sebagai catatan, kemenangan pertama Satya Wacana di pentas NBL Indonesia juga diraih di Sritex Arena. Tepatnya pada 18 Desember 2010 silam. Saat itu Satya Wacana berhasil mengalahkan Citra Satria Jakarta (kini berganti menjadi JNE BSC Bandung Utama) dengan skor 61-51.

Menyusul tambahan kemenangan ini, Satya Wacana melejit ke posisi enam klasemen sementara. Mereka mengemas 27 poin, hasil dari tujuh kemenangan dan 13 kali kalah (7-13). Tidak itu saja. Satya Wacana juga berhasil menyamakan head-to-head dengan Stadium kini menjadi sama kuat (1-1). Sebab, Stadium pernah mengalahkan mereka (87-85) di Seri III Malang lalu.

Yo Sua tampil impresif dengan mencetak 20 poin di laga ini. Namun, beberapa pemain lain juga tampil gemilang. Diantaranya, Budi Sucipto yang mengemas 16 poin ditambah 8 rebound. Disusul Respati Ragil Pamungkas (14 poin), Luthfianes Gunawan (13 poin), dan Yoppi France Giay (13 poin).

Satya Wacana sejatinya melakoni laga ini dengan start buruk. Sebaliknya, Stadium melesat lewat performa apik Wijaya Saputra hingga berhasil unggul 8-0 pada dua menit awal. Lewat 2-point jump shot Budi Sucipto, Satya Wacana mengikis ketertinggalan poin sebelum buzzer berbunyi. Skor 26-14 untuk keunggulan Stadium bertahan hingga kuarter pertama berakhir. Wijaya Saputra menyumbangkan 10 poin di kuarter pertama untuk Stadium.

Diluar dugaan, Satya Wacana bangkit di kuarter kedua. Mereka berhasil menyamakan kedudukan (41-41) lewat 2-point jump shot Yoppi France Giay di sisa 1 menit 49 detik. Sebanyak 29 poin di cetak Satya Wacana, yang hanya dibalas 19 poin oleh Stadium. Namun Bayu Anggara mengembalikan keunggulan Stadium sesaat sebelum buzzer lewat 2-point jump shot. Stadium tetap memimpin 45-43 di akhir kuarter kedua.

Yoppi membuka kuarter ketiga dengan aksi slam dunk sekaligus membuat skor sama kuat 45-45. Kedua tim bergantian mencetak poin di kuarter ketiga ini. Di sisa waktu 4 detik, Andre Adrianno mencetak 2-point jump shot yang membuat Satya Wacana terpaut 1 poin saja (63-64). Usaha Fanny Budianto menjauhkan Stadium lewat 2-point jump shot bertepatan dengan buzzer gagal. Namun Stadium tetap unggul 64-63 di akhir kuarter ketiga.

Di kuarter keempat, Satya Wacana mendapatkan momentum untuk memimpin jalannya pertandingan. Sebanyak 23 poin dicetak Satya Wacana untuk memastikan kemenangan. Sementara itu, Stadium hanya mampu membalas dengan 11 poin saja.

”Defense anak-anak luar biasa saat ambil momentum, terutama pada menit-menit terakhir. Itu yang jadi kunci keberhasilan kami memenangi laga ini,” ujar Efri Meldi, head coach Satya Wacana. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s