M88 Aspac Putus Winning Streak Satria Muda

REKOR winning streak alias kemenangan beruntun Satria Muda BritAma Jakarta di IndiHome NBL Indonesia 2014-2015 akhirnya terhenti. Setelah menang 13 laga beruntun sejak awal musim reguler, Satria Muda dipaksa menelan kekalahan pertamanya. Adalah M88 Aspac Jakarta yang berhasil memutus rekor tersebut. Menyusul hasil 85-76, pada hari pertama Seri V Batam di Hi-Test Arena, Rabu (4/2).

Point guard M88 Aspac Jakarta Andakara Prastawa (kiri) dan Hardianus (Satria Muda BritAma Jakarta) dalam laga di Hi-Test Arena, Batam, Rabu (4/2). (Foto: Hendra Eka/Jawa Pos)
Point guard M88 Aspac Jakarta Andakara Prastawa (kiri) dan Hardianus (Satria Muda BritAma Jakarta) dalam laga di Hi-Test Arena, Batam, Rabu (4/2). (Foto: Hendra Eka/Jawa Pos)

Big match hari perdana di Batam ini langsung memanas. Xaverius Prawiro membuka keunggulan M88 Aspac lewat 2-point jump shot. Dilanjutkan dengan tiga kali free throw Ebrahim Enguio Lopez membuat M88 Aspac memimpin 5-0 di awal kuarter pertama. Tim polesan Rastafari Horongbala itu terus melaju hingga mereka menutup kuarter pertama dengan keunggulan 9 poin (27-18). Adakara Prastawa Dhyaksa mengumpulkan poin terbanyak bagi M88 Aspac pada kuarter ini dengan 6 poin.

Tekanan M88 Aspac berlanjut di kuarter kedua. Dua poin dari Ferdinand Damanik membenamkan Satria Muda dengan selisih 17 poin (42-25). Namun Satria Muda juga tak begitu saja menyerah. Mereka mengejar dan bisa mengikis defisit poin di akhir kuarter kedua. Hardianus lewat 2-poin jump shot membuat kedua tim hanya terpaut 7 poin (50-43). Satria Muda mencetak 25 poin, dibalas 23 poin dari M88 Aspac. Kuarter kedua ditutup dengan keunggulan M88 Aspac dengan skor 50-43. Adakara Prastawa Dhyaksa lagi-lagi mencetak poin terbanyak bagi M88 Aspac dengan 10 poin.

Memasuki kuarter ketiga, M88 Aspac masih belum aman dari kejaran Satria Muda. Arki Wisnu Dikania di sisa waktu 3 menit 35 detik membuat Satria Muda memperkecil defisit menjadi lima poin (52-57). Erick Sebayang di sisa 4 detik, membuat Satria Muda tinggal menyisakan 4 poin (59-63) di akhir kuarter ketiga.

Penonton di Hi-Test Arena semakin tegang di kuarter keempat. Dua poin dari Rony Gunawan sempat membuat skor kedua tim hanya terpaut 3 poin (71-74). Namun three point play Ferdinand Damanik mengembalikan keunggulan M88 Aspac dengan skor 81-73. Setelah itu M88 Aspac tak terkejar hingga buzzer berbunyi.

”Mereka (Satria Muda) hari ini mainnya penuh beban, sama sekali tidak pernah memimpin perolehan poin. Hanya Rony (Gunawan) yang susah dihentikan. Sedangkan Dodo (sapaan Christian Ronaldo Sitepu, red.) berhasil dihambat. Kalau Arki (Dikania Wisnu) mainnya emosional. Itu jadi keuntungan bagi kami,” tutur Rastafari Horongbala, head coach M88 Aspac.

Andakara Prastawa Dhyaksa mencetak poin terbanyak bagi M88 Aspac dengan 25 poin dan 3 rebound. Disusul Ferdinand Damanik (23 poin, 7 rebound) dan Ebrahim ’Biboy’ Enguio Lopez (11 poin). Sementara itu, di kubu Satria Muda, Rony Gunawan memimpin perolehan poin terbanyak dengan 22 poin. Disusul Erick Sebayang (12 poin), Hardianus (12 poin), dan Christian Ronaldo Sitepu (12 poin).

”Anak-anak bermain buruk. Banyak miss di bawah ring, free throw juga buruk,” ungkap Cokorda Raka Satrya Wibawa, head coach Satria Muda. ”Jujur saja, persiapan kami kesini (Batam) kurang. Tapi itu bukan alasan. Aspac main bagus hari ini, terutama Prastawa dan Damanik,” sambung pelatih yang akrab disapa Wiwin itu. (*)

Sumber foto dan Berita: http://nblindonesia.com/v1/index.php?page=newsdetail&id=4491

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s