BASKETBALL LIFEBOOK: basket itu ‘DRUGS” yang akan membuat nagih dan ketagihan.

“Seorang teman saya pernah berkata bahwa, “Basket itu belajar, belajar BERSOSIALISASI”.

Pernyataan tersebut mengilhami saya untuk mengupas arti Basket sesungguhnya bagi diri saya dan mungkin untuk sebagian besar pemuda-pemudi Indonesia yang mencintai olahraga ini.

Untuk saya, Basket itu lebih dari sekedar bersosialisasi.
Lebih dari sekedar mengeluarkan keringat dan membentuk badan yang bagus.
Lebih dari sekedar Style, Lifestyle & Networking.
Basket itu memang BELAJAR.

Saya sependapat dengan apa yang teman saya ungkapkan, bahwa Basket adalah belajar ber-SOSIALISASI. Karena saat lo semua mulai terjun ke dunia perbasketan, lo semua akan bertemu dengan orang lain. Jelas, karena Basket adalah olahraga Team, yang dilakukan lebih dari satu orang. Dari sinilah lo akan bertemu dengan banyak orang, yang masing-masing orang tersebut memiliki karakter dan keunikan yang beragam, sehingga akhirnya terbentuknyalah sebuah Team.

Disini lo akan belajar ber-KOMUNIKASI, belajar membaca karakter rekan se-Team, menyelaraskan segala gerakan sehingga terbentuknya suatu KEKOMPAKAN. Lo juga akan belajar memahami PERBEDAAN. Perbedaan inilah yang membuat lo akhirnya belajar untuk TOLERANSI dan saling Menghargai. Lo akan memahami apa arti RESPECT & SOLIDARITAS.

IMG-20150101-WA0007

Tanpa lo sadari kebersamaan dan kekompakan tersebut pun akan membawa lo pada suatu tahap Persaingan (baca: KOMPETISI).
Persaingan ini menentukan :
Siapa yang terbaik dan siapa yang pantas.
Siapa yang dapat diberikan kepercayaan dan dapat menjalankan kepercayaan.
Siapa yang dapat mendengar lebih dan lebih didengar.
Namun, semua itu bukan untuk atas nama pribadi, tapi atas nama sebuah Team yang lo bangun bersama.

Dari sinilah lo akan tau siapa kawan dan siapa lawan.
Tapi lawan yang akan lo lawan sekalipun, belum tentu lawan yang sebenarnya.
Karena keputusan untuk menjadikan lawan menjadi perlawanan itu ada pada diri lo sendiri. Lo lah yang menjadikan penentu sikap lo menghadapi lawan dan perlawanan.
Tapi, dari sini lo harus ingat sesuatu, bahwa Lo lah lawan diri lo yang sebenarnya.
Lo akan menyadari bahwa KOMPETISI tersebut sebenarnya bukan semata-mata mengenai KEMENANGAN. Tapi lebih kepada sikap & mental kita sebagai individu yang dipertanyakan untuk melawan ego & emosi diri. Dari sinilah lo belajar hidup yang lebih hidup, lo akan menjadikan diri lo sebagai ‘si pembuat keputusan’, lo akan mulai menjaga dan mengontrol segala kondisi emosional lo.

Saat lo sampai ke tahap tersebut, itu semua akan menjadikan diri lo untuk semakin belajar. Belajar untuk berpositif thinking, lebih optimis untuk segala hal, percaya dan yakin akan sesuatu, mengerti akan sebuah mimpi, harapan, dan cita-cita. Lo akan lebih menghargai pentingnya sebuah proses yang telah lo jalani, dan bersiap bangkit lagi untuk menghadapi lembaran berikutnya. Ini semua menguatkan karakter dan sikap diri lo dalam kehidupan, menjadikan diri lo menjadi pribadi yang kuat, tidak gampang menyerah, menjadi manusia yang lebih dewasa, menjadi pribadi yang ikhlas dan berlapang-dada dalam menerima sesuatu. Lo akan lebih bersyukur atas anugerah dan berkah yang Tuhan berikan. Dan lo akan menyadari betapa indahnya hidup yang Tuhan berikan.

Trust me,
Ibarat kata, basket itu ‘DRUGS” yang akan membuat lo nagih dan ketagihan.
Suatu saat,
saat lo udah memahami hal yang HIDUP dalam basket, lo ga akan bisa melepaskan hal ini begitu saja. Karena lo akan merindukan apa yang namanya PERJUANGAN.

Perjuangan saat lo melawan diri lo untuk meningkatkan stamina dan fisik lo di lapangan.
Perjuangan lo untuk bangkit saat lo jatoh, kalah, dan dihina sama lawan lo.
Perjuangan melawan diri lo untuk mempertahankan dan mengontrol emosi diri lo.
Perjuangan untuk melawan diri lo untuk tetap rendah hati saat lo mendapatkan kemenangan atau title apapun itu.
Serta Perjuangan setiap tetes keringat lo,
Dan semua itu terbayar dalam sebuah SENYUM KEMENANGAN YANG SEBENARNYA.

Anica Gustina

Lo akan merindukan momen PEDIHNNYA SUATU KEKALAHAN DAN TETESN KERINGAT BERHARGA dalam tangisan air mata hati.

Lo akan merindukan momen CANDA TAWA dan kekonyolan sikap rekan-rekan se-Team yang terbalut dalam suatu momen KEBAHAGIAAN.

Lo akan merindukan semua ATMOSFER SEKITAR YANG MENGALIR BERSAMA ADRENALIN lo.

Disini lo akan merindukan dan memahami arti PERSAHABATAN di dalamnya, seperti apa yang Hubert H. Humphrey katakan :
“The greatest gift of life is friendship, and I have received it”

Disini lo akan merindukan dan memahami arti PERSAUDARAAN DAN KEKELUARGAAN di dalamnya, seperti yang Barbara Bush katakan : “I think togetherness is a very important ingredient to family life”

Seperti Charles Kuralt katakan : “The love of family and the admiration of friends is much more important than wealth and privilege”

Seperti apa yang dikatakan Willie Stargell : “There’s nothing I value more than the closeness of friends and family, a smile as I pass someone on the street”

Dan seperti John Oates katakan : “I have a great family, I live an amazing life”

Well I summarized everything from Basketball,
I realized that basketball is not only a sport, it is kind of healing, my drugs of everything, and it is the whole package to build our-self. I’ve got new experiences, mentality, how to learn to controlling our-self, how to understand the people in any situation, how to solve a problem, patience, making new friends, how to build a Teamwork with good communication and cooperation, how to respect other people, solidarity, friendship, and the important and the best thing is I’VE GOT NEW FAMILY.

 

(written by Anica Gustina, 2015)

Anica Gustina (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s