Jakarta, 9 Maret 2026 – Perjuangan Hangtuah Jakarta dalam kompetisi IBL 2026 terus berlanjut. Pada Matchweek 8 yang dihelat sepanjang pekan lalu, The FigHTers melakoni dua laga kandang di GOR Ciracas, Jakarta Timur.

Hangtuah Jakarta terlebih dahulu menjamu Satya Wacana Salatiga pada Jumat (6/3/2026) malam. Dalam aksi pertama The FigHTers pada Bulan Ramadan tahun ini tersebut, tim tuan rumah mendapat ujian tambahan berupa kendala non-teknis.
Trio pemain asing milik Hangtuah Jakarta, Rakeem Christmas, Nick Hornsby, dan Vander Blue, mengalami masalah gangguan pencernaan. Bahkan, dua nama pertama yang biasanya jadi andalan hanya dapat dimainkan selama kurang dari 25 menit.

Walau begitu, skuad asuhan Wahyu Widayat Jati masih mampu mengatasi perlawanan Satya Wacana Salatiga dengan skor akhir 75-68. Vander Blue jadi top scorer tim dengan raihan 21 poin, disusul Rakeem Christmas (13) dan Nick Hornsby (10).
Sorotan juga tertuju kepada deretan pemain lokal Hangtuah yang mencetak total 31 angka. Sebab, itu jadi torehan poin tertinggi dalam satu laga yang dibukukan Diftha Pratama dan kawan-kawan sepanjang gelaran IBL 2026.

Setelah bersusah paya mengatasi perlawanan Satya Wacana Salatiga, Hangtuah Jakarta memiliki waktu kurang dari 24 jam untuk mempersiapkan diri menghadapi duel berikutnya kontra Pelita Jaya Jakarta.
Meski demikian, The FigHTers yang tampil dengan balutan jersey city edition berwarna merah pada malam itu tak menunjukkan rasa gentar menghadapi Pelita Jaya Jakarta yang belum tersentuh kekalahan sejak awal musim.

Duel bertajuk Derbi Jakarta tersebut pun berlangsung sengit sejak tip-off dengan diwarnai 12 lead changes hingga papan skor pada akhir kuater ketiga menunjukkan kedudukan imbang 48-48.
Sayang, para pemain Hangtuah yang tampak sudah didera kelelahan lantaran melakoni duel alot secara back-to-back mulai kehilangan fokus pada kuarter pamungkas hingga akhirnya kalah dengan skor 63-73.
Dalam sesi konferensi pers pascalaga, Wahyu Widayat Jati mengapresiasi perjuangan anak didiknya yang sudah menunjukkan karakter petarung layaknya julukan The FigHTers yang disandang Hangtuah Jakarta.

“It’s a good game. Pelita Jaya boleh dibilang tim bintang, semuanya ada, complete team. Kami sudah kasih yang terbaik, bisa keep up sampai 35 menit,” sosok yang akrab disapa Coach Cacing itu menjelaskan.
“Awalnya, game plan berjalan dengan baik tetapi di lima menit terakhir kami kehilangan fokus sehingga anginnya mulai berubah ke arah Pelita Jaya. Kami selalu bermasalah dengan bagaimana caranya closing the game, kami belum dapat formulanya.”



“Musim ini, saya mengambil banyak pemain dari kampus di mana saya juga harus membangun dan mengembangkan kemampuan mereka. Cara main kampus kan berbeda dengan professional,” tuturnya.
